Tips membangun tenda
Tanggal 9 Juli 2022
1. Dirikan tenda di tanah yang keras dan datar sebisa mungkin, jangan berkemah di pinggir sungai dan dasar sungai yang kering.
2. Tenda dipilih di tempat yang memiliki drainase baik seperti pasir, rumput, atau stek.
3. Minimal ada alurnya, jangan ditaruh dekat aliran air atau sungai, nanti malam terlalu dingin.
4. Tenda harus menghadap ke selatan atau tenggara agar dapat melihat matahari pagi. Usahakan untuk tidak berkemah di punggung bukit atau pegunungan.
5. Hitung jumlah tiang tenda, paku tanah, tali, dan penyangga sebelum tenda didirikan. Setelah tenda dibangun, masukkan barang-barang yang tidak perlu ke dalam penutup tenda.
5. Untuk mencegah masuknya serangga, taburkan minyak tanah melingkar di sekeliling tenda.
Apa saja tindakan pencegahan saat mendirikan tenda?
1. Pintu masuk tenda harus menghadap ke bawah angin, dan tenda harus dijauhkan dari lereng bukit yang berbatu-batu.
2. Untuk mencegah tenda tergenang saat hujan, sebaiknya dibuatkan parit pembuangan air tepat di bawah tepi atap tenda.
3. Keempat sudut tenda harus ditekan dengan batu-batu besar. Sirkulasi udara harus dijaga di dalam tenda, dan memasak di dalam tenda harus mencegah kebakaran.
4. Sebelum tidur malam, periksa apakah semua api sudah padam dan apakah tenda terpasang dan kokoh.
5. Tenda-tenda harus didirikan secara berurutan: pertama-tama, dirikan tenda umum. Di arah angin kemah, pertama-tama dirikan tenda masak, buat kompor, dan rebus air dalam panci, lalu dirikan tenda gudang untuk menyimpan peralatan umum dan tenda kemah masing-masing di arah angin kemah. Setelah seluruh tenda di seluruh perkemahan berdiri, air rebusan telah mendidih dan dapat diminum, lalu segera mulai memasak.
6. Bangun toilet lapangan: pilihlah lokasi yang sedikit lebih rendah dari arah angin perkemahan dan jauh dari sungai (minimal 20 meter). Sebaiknya gali lubang tanah persegi panjang dengan lebar sekitar 30 cm, panjang sekitar 50 cm, dan kedalaman sekitar setengah meter, lalu masukkan beberapa batu dan daun cemara ke dalamnya. Lubang tersebut harus dikelilingi dengan lembaran plastik atau kotak kemasan di tiga sisinya, diikat dengan baik, dan sisi yang terbuka harus menghadap ke bawah angin. Siapkan pasir, sekop, dan selembar karton. Setelah buang air besar, gunakan pasir untuk mengubur kotoran dan tisu toilet, lalu tutup lubang toilet dengan papan untuk menghilangkan bau.
2. Tenda dipilih di tempat yang memiliki drainase baik seperti pasir, rumput, atau stek.
3. Minimal ada alurnya, jangan ditaruh dekat aliran air atau sungai, nanti malam terlalu dingin.
4. Tenda harus menghadap ke selatan atau tenggara agar dapat melihat matahari pagi. Usahakan untuk tidak berkemah di punggung bukit atau pegunungan.
5. Hitung jumlah tiang tenda, paku tanah, tali, dan penyangga sebelum tenda didirikan. Setelah tenda dibangun, masukkan barang-barang yang tidak perlu ke dalam penutup tenda.
5. Untuk mencegah masuknya serangga, taburkan minyak tanah melingkar di sekeliling tenda.
Apa saja tindakan pencegahan saat mendirikan tenda?
1. Pintu masuk tenda harus menghadap ke bawah angin, dan tenda harus dijauhkan dari lereng bukit yang berbatu-batu.
2. Untuk mencegah tenda tergenang saat hujan, sebaiknya dibuatkan parit pembuangan air tepat di bawah tepi atap tenda.
3. Keempat sudut tenda harus ditekan dengan batu-batu besar. Sirkulasi udara harus dijaga di dalam tenda, dan memasak di dalam tenda harus mencegah kebakaran.
4. Sebelum tidur malam, periksa apakah semua api sudah padam dan apakah tenda terpasang dan kokoh.
5. Tenda-tenda harus didirikan secara berurutan: pertama-tama, dirikan tenda umum. Di arah angin kemah, pertama-tama dirikan tenda masak, buat kompor, dan rebus air dalam panci, lalu dirikan tenda gudang untuk menyimpan peralatan umum dan tenda kemah masing-masing di arah angin kemah. Setelah seluruh tenda di seluruh perkemahan berdiri, air rebusan telah mendidih dan dapat diminum, lalu segera mulai memasak.
6. Bangun toilet lapangan: pilihlah lokasi yang sedikit lebih rendah dari arah angin perkemahan dan jauh dari sungai (minimal 20 meter). Sebaiknya gali lubang tanah persegi panjang dengan lebar sekitar 30 cm, panjang sekitar 50 cm, dan kedalaman sekitar setengah meter, lalu masukkan beberapa batu dan daun cemara ke dalamnya. Lubang tersebut harus dikelilingi dengan lembaran plastik atau kotak kemasan di tiga sisinya, diikat dengan baik, dan sisi yang terbuka harus menghadap ke bawah angin. Siapkan pasir, sekop, dan selembar karton. Setelah buang air besar, gunakan pasir untuk mengubur kotoran dan tisu toilet, lalu tutup lubang toilet dengan papan untuk menghilangkan bau.

