Sepuluh perlengkapan keselamatan penting dalam rencana berkemah Anda
Dengan perkembangan teknologi komunikasi, ponsel telah menjadi salah satu peralatan terpenting untuk aktivitas luar ruangan. Ponsel dapat berkomunikasi, mencari informasi daring, dan juga memiliki fungsi peta, kompas, fungsi penentuan posisi GPS, bahkan berfungsi sebagai peluit, senter, dan radio. Namun, lingkungan luar ruangan itu kompleks, dan ponsel tidak akan berguna saat menghadapi titik buta jaringan.
Jadi, 10 perlengkapan keselamatan tradisional berikut ini mutlak penting
Meskipun mereka tidak perlu diperlengkapi secara lengkap dalam setiap situasi, tetap saja ada baiknya bagi setiap orang untuk mengetahui lebih banyak.

01. Peluit
Alat SOS penting yang ringan dan andal. Saat peluit berbunyi, suaranya dapat terdengar hingga satu atau dua kilometer di dekatnya, baik siang maupun malam. Peluit ini merupakan alat bantu yang baik, tujuannya adalah untuk menarik perhatian orang lain.
Cara menggunakan peluit adalah dengan meniup enam kali dalam satu menit dengan interval yang jelas saat meminta bantuan. Setelah meniup selama satu menit, berhentilah selama satu menit untuk melihat apakah ada respons; jika Anda mendengar seseorang meminta bantuan dan ingin merespons, Anda dapat meniup tiga kali dalam satu menit, lalu mencari titik masalah.
02. Reflektor
Layaknya peluit, alat ini juga menarik perhatian saat meminta bantuan, tetapi fungsinya sedikit lebih rendah daripada peluit, dan tidak memiliki sinyal yang seragam. Keuntungannya adalah sinyal dapat terlihat, terlepas dari apakah Anda membawa sumber suara atau tidak.
03.Radio
Saat ponsel tidak memiliki sinyal, radio dapat berperan. Radio dapat menerima informasi dari dunia luar pada saat pertama, seperti kondisi cuaca dan perubahannya, sehingga setiap orang dapat melakukan perubahan sesegera mungkin.
04. Makanan darurat
Terutama yang berkalori tinggi, seperti coklat, permen kacang, glukosa, dll., dapat menambah panas dalam situasi kritis untuk mempertahankan fungsi fisik.
05. Makanan cadangan
Ada yang menyebutnya bekal makanan atau bekal perjalanan. Fungsinya yang utama adalah untuk mengatasi keterlambatan, tidak sampai tujuan tepat waktu, atau pada keadaan darurat tidak bisa membuat api unggun, bekal makanan berupa biskuit dan sebagainya untuk mengenyangkan perut.

06. Peralatan pertolongan pertama
Untuk menangani cedera anggota tim, perhatikan pemeriksaan rutin dan penggantian obat-obatan yang kedaluwarsa.
07. Selimut pertolongan pertama
Gunakan sebagai selimut darurat untuk hipotermia berat guna mencegah hipotermia. Warna selimut darurat harus cerah dan mencolok agar mudah ditemukan oleh tim penyelamat.
08. Buku SOS
Saat kecelakaan terjadi, buku SOS digunakan untuk mencatat informasi tentang kecelakaan dan harus dimasukkan ke dalam kotak pertolongan pertama.
09. Tali panjat
Tali ini tidak dirancang untuk penyelamatan, dan pekerjaan penyelamatan membutuhkan pengetahuan dan pelatihan profesional. Tali panjat ini digunakan untuk menopang anggota tim dan meningkatkan kepercayaan diri mereka di jalan atau lereng gunung yang terjal. Tali panjat umumnya memiliki panjang 30 meter, tebal 8 hingga 8,5 mm, dan telah tersertifikasi keselamatan.
10. Peralatan komunikasi
Umumnya merujuk pada walkie-talkie, yang digunakan untuk komunikasi dalam tim. Tentu saja, ponsel juga bisa melakukan ini, tetapi walkie-talkie lebih andal.
