Duduk di atas vs. kayak duduk tradisional
Sit-on-tops pada dasarnya adalah perahu rekreasi untuk danau dan sungai yang mengalir bebas. Anda juga akan melihatnya di perairan pantai yang hangat, dan beberapa tempat duduk yang lebih panjang memiliki banyak tempat penyimpanan untuk perjalanan semalam. Jika Anda merasa kokpitnya terlalu sempit, atau jika perahunya terbalik dan Anda tidak mau belajar cara mengalirkan air, Andalah yang duduk di atasnya. Jika Anda belum yakin, pertimbangkan hal berikut:
Duduk di atas mudah untuk dipasang dan dilepas, dan ideal untuk penggunaan rekreasi, seperti bermain di dekat pondok danau, atau sebagai perahu anak-anak atau platform berenang.
Nyaman digunakan saat suhu udara dan air relatif tinggi.
Lubang pembuangan dapat mengering dengan sendirinya; tidak diperlukan pemompaan.
Mereka memiliki beberapa titik penyimpanan dek dan ruang kargo yang tidak dapat diakses (di lambung berongga).
Biasanya lebih berat daripada kayak duduk yang setara.
Bagi mereka yang tertarik memancing, beberapa aksi duduk menyertakan pemegang joran atau setidaknya opsi untuk menambahkannya.

Kayak duduk, bergerak cepat, memiliki jalur lurus, dan memiliki ruang kargo yang tertutup, sehingga cocok untuk mendayung ke tujuan. Catatan lainnya:
Sangat cocok digunakan pada saat cuaca dan suhu air relatif rendah.
Anda dapat menambahkan rok tiup, tetapi jika Anda benar-benar terendam, Anda memerlukan pompa lambung kapal. Selain itu, jika Anda mengendarai kayak tradisional dengan posisi sempit, Anda perlu mengetahui cara keluar basah.
Posisi tubuh Anda dan beberapa titik kontak di dalam perahu (pinggul, lutut, dan kaki) akan memberi Anda kendali yang lebih baik, yang sangat berguna di perairan yang berombak dan juga dapat membuat manuver menjadi lebih menyenangkan.
Mereka mendayung lebih efisien daripada duduk di atas kayak.

