Tindakan pencegahan saat menggunakan tenda
Tiga aspek yang harus diperhatikan saat menggunakan tenda:
1. Pemilihan lokasi tenda
Penyangga tenda harus dipilih di area yang relatif datar, pintu masuk dan keluar harus menghadap menjauh dari saluran keluar udara, dan tanah harus relatif kering.

2. Dukungan dan perbaikan.
Setelah tenda dibentangkan, keempat sudut tenda bagian dalam harus diperbaiki terlebih dahulu agar bagian bawah tenda dapat diletakkan rata di tanah dan terpasang dengan kuat. Saat menopang tenda bagian luar, selain memastikan sambungan yang andal dengan tiang tenda, perhatian khusus juga harus diberikan untuk menarik tali pengikat agar tenda bagian luar tetap kencang, sehingga tenda bagian luar dapat mencapai ketahanan hujan terbaik. Tenda yang dilapisi rok sebaiknya ditekan dengan tanah lunak atau berpasir. Di musim dingin, tekanan salju juga dapat digunakan, yang lebih kondusif untuk perlindungan dari angin.
Pemasangan paku tanah harus memiliki sudut kemiringan 35-45 derajat. Jarak dan arah paku tanah ke dalam tanah harus sejajar dengan sumbu tali reining. Tali reining dan paku tanah membentuk sudut 90 derajat. Hal ini akan membantu mencapai kekuatan gaya maksimum.
Dalam urutan pemasangan, perhatikan pemasangan yang sesuai, misalnya: pertama sudut kiri depan, lalu sudut kanan belakang, sudut kanan depan, dan sudut kiri belakang. Setelah seluruh tenda terpasang, sesuaikan tali penarik agar gaya tarik merata di semua aspek. Setelah tenda disangga, periksa jarak antara tenda bagian dalam dan luar. Jika terpasang bersamaan, akan memengaruhi perlindungan terhadap hujan dan embun sehingga perlu disesuaikan.

3. Gali saluran pembuangan
Saat berkemah, jika hujan, prosedur penggalian parit harus diabaikan. Parit drainase harus dekat dengan tepi luar tenda. Jika tenda tidak memiliki skirt, lokasi parit harus strategis agar air yang mengalir dari tenda luar dapat masuk ke parit. Parit drainase digali di sekitar tenda agar air yang terkumpul dapat dialirkan dengan lancar.
